Yayasan Pendidikan AlJamal Sirojut Tholibin Tulungagung,

didirikan pada tahun 1996 oleh Almarhum KH. Moh. Ma’sum.

Pendirian Lembaga Pendidikan ini bertujuan untuk mencetak para santrinya sebagai insan yang berilmu, berakhlaqul karimah, menjunjung tinggi ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah dan bermanfaat bagi masyarakat. Pondok Pesantren Sirojut Tholibin berdiri pada 18 Agustus tahun 1996/01 Rabi’ul Awal 1417 H. Latar belakang penamaan “Sirojut Tholibin” yang sampai sekarang menjadi nama lembaga, diambil dari salah satu kitab yang sangat masyhur karya Almaghfurlah Simbah KH. Ihsan bin Dahlan Jampes Kediri, beliau sosok Ulama’ karismatik yang menjadi figur tempat pendiri menimba ilmu. Nama “Sirojut Tholibin” sendiri berasal dari kosakata bahasa arab yakni “Sirojut” yang berarti jalan sedangkan “Tholibin” jamak dari kata “Thalibun” berarti beberapa orang yang menuntut ilmu. Dengan makna demikian, diharapkan Pondok Pesantren ini memberikan jalan bagi para penuntut ilmu yang mengarahkan dan membentuk para santrinya menjadi insan yang berilmu, berakhlaqul karimah dan bermanfaat bagi sekitarnya.

Almaghfurlah Romo KH. Moh. Ma’sum selaku Muasis Pondok Pesantren Sirojut Tholibin, tidaklah mudah dalam merintis, dimlai dengan melalui proses mondok di beberapa Pondok Pesantren seperti PPHM Ngunut Tulungagung yang pada waktu itu masih diasuh oleh Almaghfurlah Romo KH. Muhammad Ali Shoddiq Umman. Kala itu termasuk teman karib Almaghfurlah di PPHM Ngunut adalah Romo KH Makhrus Maryani (Pengasuh PPHM Asrama Sunan Pandanaran). Selain mondok di PPHM Ngunut, Almaghfurlah juga pernah mondok di salah satu Pondok Pesantren yang ada di Dusun Cangaan Banyuwangi. Setelah mondok di Banyuwangi, Almaghfurlah Romo KH. Moh. Ma’sum melanjutkan rihlah mondoknya di Pondok Pesantren Al-Ihsan Jampes yang kala waktu itu diasuh oleh Simbah KH. Abdul Malik bin Ihsan Jampes. Di Pondok Pesantren Al-Ihsan Jampes Almaghfurlah menghabiskan waktu belasan tahun untuk mendapatkan ilmu yang barokah dari Simbah KH. Dahlan. Dengan Suara yang terkenal merdu , halus dan enak di dengar setiap orang yang mendengar, Almaghfurlah Romo KH. Moh. Ma’sum selalu diperintahkan Simbah KH. Abdul Malik untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-quran disetiap acara besar yang ada di Pondok Jampes Kediri, Sampai-sampai Simbah KH. Abdul Malik dawuh “Tidak mau jika yang Qiro’ bukan “Kang Ma’sum”. Dilain sisi Almaghfurlah Romo KH. Moh. Ma’sum juga terkenal dengan sifat sabarnya. Pernyataan tersebut diutarakan langsung dari teman karib Almaghfurlah di Jampes dari awal sampai lulus. Selepas sowan boyong dari Pondok Pesantren Jampes Kediri,

Almaghfurlah mendirikan Lembaga Pendidikan Islam atas permintaan dari guru beliau yaitu Simbah KH. Abdul Malik bin Ihsan Jampes Kediri, putra dari Syech Ihsan Bin Dahlan Jampes Pengarang kitab “Sirojut Tholibin” dan atas restu dari KH. Imam Masyhuri. Saat bersejarah pada tanggal 01 Rabi’ul Awal 1417 H/16 Agustus 1996 dengan izin Allah peresmian secara simbolik pembangunan Pondok Pesantren Sirojut Tholibin dimulai. Peresmian pendirian pondok pesantren ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Almaghfurlah. Awal mula pondok didirikan masih berupa satu bangunan sederhana yang digunakan untuk menginap para santri, dan mushola kecil yang menjadi pusat melangsungkan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti mengaji kitab kuning, membaca Al-quran, dan kegiatan belajar mengajar agama. Almaghfurlah Romo KH. Moh. Ma’sum wafat pada hari Sabtu, 18 Desember 2021, beliau wafat dengan meninggalkan Ibu Nyai Hj. Ulfatul Istonginah, serta kelima anaknya yaitu:

  • Gus Sulthon Muhammad

  • Gus Moh. Muhsinuddin

  • Gus Moh. Badrul Anwar

  • Ning Wardatul Ummah

  • Gus Ahmad Abdurro’uf

Sepeninggalan beliau kepengasuhan dilanjutkan oleh Ibu Nyai Ulfatul Istonginah dengan bantuan putra-putrinya. Dari awal perjalanan berdirinya Pondok Pesantren Sirojut Tholibin hingga sampai saat ini, tetap berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal jama’ah dibawah kibaran Nahdhatul Ulama.